Strategi Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Terbesar Dunia

Strategi Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Terbesar Dunia

Strategi Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Terbesar Dunia – Agus Gumiwang , Menteri Perindustrian Indonesia mengatakan jika Indonesia baru baru ini telah meluncurkan peta jalan sektor industri dengan judul Making Indonesia 4.0 guna mempercepat perindustrian Tanah Air. Sasaran utama Indonesia dari rencana besar tersebut adalah bisa masuk ke dalam daftar 10 negara terbesar di dunia dengan mendorong sektor industri masuk dalam ekosistem otomatisasi dan digitalisasi.

“Sasaran utamanya Indonesia jadi 10 besar negara terbesar di dunia,” kata Agus.

Strategi Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Terbesar Dunia

Strategi Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Terbesar Dunia

Demi mencapai tujuan tersebut , ada tiga aspirasi yang akan ditetapkan , mulai dari mendorong nilai ekpor nasional hingga 10 persen dari PDB , meningkatkan produktivitas biaya hingga dua kali lipat dan pengeluaran riset dan pengembangan minimal 2 persen dari PDB.

“Pengeluaran riset dan pengembangan minimal 2 persen dari PDB,” kata dia.

Selain itu pemerintah juga telah menetapkan situs judi slot terbaik setidaknya 7 sektor prioritas dalam perkembangan industri. 7 Sektor tersebut antara lain adalah makanan dan minuman, sektor industri textile dan busana, sektor industri otomotif, sektor industri kimia, sektor industri elektronika, sektor industri farmasi dan sektor industri alat kesehatan.

Ketujuh sektor ini dipilih bukan tanpa alasan , melainkan karena memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan dari sektor manufaktur mencapai 70 persen. Termasuk juga 65 persen ekspor manufaktur dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 60 persen.

“Sektor ini dipilih karena kontribusinya 70 persen dari penghasilan manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur dan 60 persen penyerapan tenaga kerja industri,” papar Agus.

Oleh karena itu demi mewujudkan Indonesia sebagai 10 negara terbesar di dunia maka Pemerintah menetapkan 10 peta jalan Indonesia Making 4.0 yang antara lain dengan memperbaiki alur aliran material, mendesain ulang zonasi industri, mereduksi standar keberlanjutan. Pemberdayaan UMKM juga tak terlepas dari rencana mereka , membangun infrastruktur nasional, menarik investasi asing. Selanjutnya pemerintah berencana untuk meningkatkan kualitas SDM industri , pembentukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif inovasi dan melakukan harmonisasi regulasi dan kebijakan.

Strategi Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Terbesar Dunia

Bambang Brojonegoro , Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan jika sampai saat ini anggaran riset dan inovasi dalam negeri didominasi oleh pemerintah dengan persentase lebih dari 85 persen. Padahal alokasi anggaran riset Indonesia masih tergolong sangat kecil.

“Berbeda dengan negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat serta China. Di mana partisipasi sektor swasta dalam pendanaan riset jauh lebih besar dari pemerintah yaitu berkisar 60-80 persen dari total pengeluaran riset dan development,” ujarnya.

Pemerintah dibantu partisiasi swasta dalam  mendukung riset dan inovasi serta melakukan percepatan alih teknologi. Salah satunya yaitu melalui program insentif pengurangan pajak atau supertax deduction yang diatur dengan peraturan Menteri Keuangan 153 2020.

“Insentif ini diberikan kepada wajib pajak dalam negeri yang melakukan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia. Pengurangan diberikan hingga 300 persen sesuai kebutuhan,” jelas Bambang.

Diharapkan dengan kehadiran program ini mampu meningkatkan partisipasi pendanaan riset dan inovasi pihak swasta. Manfaat lain dari program ini adalah meningkatnya kolaborasi antara industri dan lembaga penelitian.

“Sehingga nantinya hasil-hasil riset inovasi dapat menjadi pemicu produktivitas industri dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” tandas Bambang.